Kalau bicara soal buku tebal, apa yang terlintas di benak Anda? Mungkin seri Harry Potter yang ditumpuk jadi satu? Atau novel epik fantasi lainnya? Semua itu memang tebal, tapi ada satu buku yang memegang rekor sebagai yang paling panjang di dunia, dan ceritanya benar-benar luar biasa.

Kenalkan, “À la recherche du temps perdu” (judul Inggrisnya: In Search of Lost Time), sebuah mahakarya dari penulis Prancis, Marcel Proust. Buku inilah yang dinobatkan Guinness World Records sebagai novel terpanjang yang pernah ada.

Memangnya Sepanjang Apa, Sih?

Panjangnya bukan main-main. Bayangkan saja:

  • Novel ini terbagi dalam 7 jilid.
  • Total katanya mencapai 1,3 juta kata.
  • Dan kalau dihitung per karakter (termasuk spasi), angkanya fantastis: 9,6 juta karakter!

Singkatnya, membaca buku ini sampai tamat itu setara dengan melahap sekitar 13-15 novel biasa. Sebuah maraton membaca yang sesungguhnya!

Isinya Tentang Apa? Kok Bisa Panjang Begitu?

Nah, ini yang menarik. Novel ini bukanlah cerita petualangan dengan plot yang bergerak cepat. Sebaliknya, Proust mengajak kita untuk menyelam sedalam-dalamnya ke dalam pikiran dan kenangan narator.

Ceritanya banyak dipicu oleh hal-hal sepele—seperti aroma kue madeleine yang dicelupkan ke dalam teh—yang tiba-tiba membuka gerbang kenangan masa lalu yang begitu detail. Proust dengan sabar mengurai setiap perasaan, setiap pengamatan sosial, dan setiap sudut memorinya. Gaya penceritaannya yang unik inilah (sering disebut stream of consciousness) yang membuat karyanya begitu kaya dan panjang.

Tertantang? Perpustakaan Punya “Medan Latihan”-nya!

Mendengar semua itu, mungkin ada dua reaksi: “Wow, keren!” atau “Waduh, nggak sanggup!”. Keduanya wajar, kok!

Menaklukkan karya Proust memang ibarat mendaki gunung tertinggi. Tapi, setiap pendaki butuh latihan di gunung yang lebih rendah dulu, kan? Nah, di perpustakaan kita, ada banyak “gunung” sastra lain yang bisa jadi ajang pemanasan Anda. Cobalah karya-karya besar seperti:

  • “War and Peace” karya Leo Tolstoy
  • “Ulysses” karya James Joyce
  • Atau dari tanah air, Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer

Karya-karya ini sama-sama monumental dan akan memberi Anda kepuasan yang luar biasa setelah tamat.

Kalau rasa penasaran Anda sudah di ubun-ubun, jangan ragu untuk mampir ke perpustakaan. Coba tengok koleksi sastra dunia kami, atau ngobrol saja dengan pustakawan. Siapa tahu, petualangan membaca Anda yang paling seru justru dimulai dari sebuah buku tebal yang tak terduga.

Selamat membaca!